Sakit
21 05 2008
09 : 38
Datang sendirian di rumah sakit apa enaknya? Tidak ada yag menemani , Memperhatikan orang-orang bolak-balik, mondar-mandir, bahkan ada yang lari-lari. eit... ternyata salah! duduk di rumah sakit ternyata menyenangkan.
Begitu masuk ruang pendaftaran ada satpam yang menyambut dengan ramah. mungkin dia ingin saya merasa nyaman walaupun saya sedang sakit. atau malah mentertawakan saya dalam hati melihat muka saya yang pucat,mata yang sayu, rambut yang kacau balau, pakai jaket tebal sambil memegang handuk kecil, pakai sandal jepit dan sesekali mengelap keringat dingin yang mengucur.
Kemudian diujung meja sudah menanti seorang wanita separuh baya sambil tersenyum. lagi-lagi saya berfikir dia mentertawakan saya juga. kemudian bertemu dokter yang tersenyum menanyakan keadaan saya dengan ramah, dan lagi2 saya berfikir dia mentertawakan saya. Tiba di bagian pengambilan obat, saya menerima setumpuk obat2an dari sang bapak yang tersenyum sambil mendoakan saya cepat sembuh. Dan lagi2 saya berfikir dia mentertawakan saya dalam hati.
Sambil menunggu adik saya menjemput, saya duduk memperhatikan mereka. Para pekerja itu mulai melirik2 jam tangan mereka karena sebentar lagi jam istirahat siang.Kini giliran saya yang mentertawakan mereka dalam hati. Karena sebentar lagi saya bisa pulang, makan, minum obat dan tidur nyenyak, dan bertemu keluarga yang saya sayangi. Sedangkan mereka, pasti makan terburu-buru , menelfon orang2 tersayang sebentar, lalu kembali memberikan senyuman manis mereka kepada yang sakit. ( mungkin terpaksa mungkin tidak, karena kerjaannya memang begitu :)
sepertinya mereka sekali-kali harus sakit seperti saya.
Begitu masuk ruang pendaftaran ada satpam yang menyambut dengan ramah. mungkin dia ingin saya merasa nyaman walaupun saya sedang sakit. atau malah mentertawakan saya dalam hati melihat muka saya yang pucat,mata yang sayu, rambut yang kacau balau, pakai jaket tebal sambil memegang handuk kecil, pakai sandal jepit dan sesekali mengelap keringat dingin yang mengucur.
Kemudian diujung meja sudah menanti seorang wanita separuh baya sambil tersenyum. lagi-lagi saya berfikir dia mentertawakan saya juga. kemudian bertemu dokter yang tersenyum menanyakan keadaan saya dengan ramah, dan lagi2 saya berfikir dia mentertawakan saya. Tiba di bagian pengambilan obat, saya menerima setumpuk obat2an dari sang bapak yang tersenyum sambil mendoakan saya cepat sembuh. Dan lagi2 saya berfikir dia mentertawakan saya dalam hati.
Sambil menunggu adik saya menjemput, saya duduk memperhatikan mereka. Para pekerja itu mulai melirik2 jam tangan mereka karena sebentar lagi jam istirahat siang.Kini giliran saya yang mentertawakan mereka dalam hati. Karena sebentar lagi saya bisa pulang, makan, minum obat dan tidur nyenyak, dan bertemu keluarga yang saya sayangi. Sedangkan mereka, pasti makan terburu-buru , menelfon orang2 tersayang sebentar, lalu kembali memberikan senyuman manis mereka kepada yang sakit. ( mungkin terpaksa mungkin tidak, karena kerjaannya memang begitu :)
sepertinya mereka sekali-kali harus sakit seperti saya.
Track Back : http://manage.catatanku.com/tb.cgi/306_941_2008_05
Komentar Anda